Memilih Langkah Setelah Lulus SMK

 Memilih Langkah Setelah Lulus SMK

Bekerja? Kuliah? Berwirausaha? Atau .. Freelance?


Sekolah Menengah Kejuruan atau biasa disebut sebagai ‘SMK’ adalah tarap sekolah setara dengan Sekolah Menengah Atas (SMA). Namun tidak seperti SMA yang berfokus pada pelajaran eksak seperti tingkatan sekolah sebelumnya (Sekolah Menengah Pertama), SMK lebih berfokus pada bagaimana cara mempersiapkan siswa menghadapi dunia kerja, dan berwirausaha. Tapi tentu saja lulusan SMK juga bisa melanjutkan ke perguruan tinggi. Bahkan lulusan SMK terbukti bisa bersaing dengan siswa lain lulusan SMA.

Para siswa yang akan segera lulus dari SMK tentu akan merasa bingung apa yang seharusnya dipilih antara berwirausaha, bekerja, atau melanjutkan ke perguruan tinggi. Merasa bingung dan ragu memilih jalan selanjutnya adalah hal yang sangat wajar diantara para pelajar yang akan segera lulus dan menghadapi tantangan baru.

Terlebih siswa SMK terkadang dipandang sebelah mata dan tidak dianggap setara dengan siswa lulusan SMA. Tidak sedikit orangtua yang tidak mengijinkan anak mereka memilih Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) karena mereka menganggap Sekolah Menengah Kejuruan tidak cukup membekali para siswa dengan pelajaran dan materi yang cukup.

Namun, tentu saja pemikiran dan sangkaan seperti itu sangat tidak benar. Karena faktanya, siswa lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) bisa bersaing dengan sangat baik dengan lulusan pendidikan sederajat lainnya, seperti Sekolah Menengah Atas (SMA).

Cara pembelajaran antara Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), memang sedikit berbeda. Sekolah Menengah Atas (SMA) mempersiapkan anak didik mereka untuk menghadapi tahap pendidikan selanjutnya. Seperti mempersiapkan siswa untuk menghadapi ujian dan seleksi untuk masuk ke Perguruan Tinggi. Disisi lain, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), mempersiapkan anak didiknya untuk menghadapi dunia kerja, melatih mereka bagaimana cara menjadi wirausahawan yang baik, dan membimbing mereka untuk melihat peluang terkini dan menjadikannya kesempatan untuk berkarya, dan berkembang.

Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) memiliki program khusus yang tidak dimiliki Sekolah Menengah Atas (SMA), yaitu : 

1. Prakerin (Praktik Kerja Industri)

Melatih dan memperlihatkan kepada para siswa bagaimana situasi dan sistem sebenarnya di dunia kerja. 

Tidak hanya itu, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) juga memiliki tes kompetensi khusus yang disebut,

2. Uji Kompetensi 

Menguji kemampuan siswa tentang keahliannya dibidang masing masing. 

Setelah mengikuti Praktik Kerja Industri (Prakerin), dan Uji Kompetensi, semua anak didik yang lulus akan diberikan sertifikat sebagai bukti pengalaman di dunia kerja, dan kompeten di bidangnya masing masing. Semua sertifikat itu akan sangat berguna untuk melamar pekerjaan karena bisa menjadi bahan pertimbangan perusahaan.

°°°

Tidak seperti Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) lebih banyak praktik dibanding pembelajaran teori. Dan anak anak Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) umumnya bisa bersikap lebih dewasa karena didikan yang diterapkan adalah bagaimana cara untuk menghadapi dunia kerja yang sulit dan penuh persaingan.

Namun, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) juga memberi beberapa bekal kepada anak didik bagaimana cara agar bisa bersaing dengan lulusan sederajat, seperti Sekolah Menengah Atas (SMA) dalam memperebutkan kursi Perguruan Tinggi.

Dan ternyata, faktanya siswa lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) bisa bersaing dan menghadapi siswa lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) dengan baik. Di dunia pekerjaan, bahkan di perguruan tinggi.

Bahkan, tidak sedikit siswa lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) bisa lebih berkembang dibanding lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) di perguruan tinggi. Karena tentu saja, siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sudah mendapat bekal dan dasar dasar yang akan dipelajari di perguruan tinggi selama praktik dan pelatihan.

Terlepas dari tujuan awalnya, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang bertujuan untuk melahirkan wirausahawan muda, dan para pekerja yang kompeten di bidangnya masing masing, masih banyak lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang masih menganggur. 

(https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2021/11/24/pengangguran-di-indonesia-paling-banyak-lulusan-smk)

Faktor yang Menyebabkan Pengangguran : 

1. Merasa bahwa dirinya belum siap menghadapi dunia kerja, 

2. Jurusan yang salah saat di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), atau bahkan,

3. Minat ke perguruan tinggi, namun belum ada biaya.

Maka dari itu, sangat penting membuat perencanaan dari awal tentang tujuan selanjutnya yang akan dituju setelah lulus dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) karena memilih tujuan membutuhkan perencanaan yang matang dan keyakinan.

Dengan mempertimbangkan beberapa hal mengenai lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), para siswa bisa membuat perencanaan yang matang mengenai jalan selanjutnya yang akan mereka tuju. Entah itu melanjutkan sekolah ke perguruan tinggi, mencoba berwirausaha, atau bekerja.

Pilihan Setelah Lulus SMK yang Bisa Dipertimbangkan :

1. Kuliah Sambil Bekerja

Jika siswa lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), ingin melanjutkan ke perguruan tinggi, namun biaya yang dibutuhkan masih belum bisa terpenuhi, maka mereka bisa memanfaatkan keahlian mereka di bidangnya masing masing untuk mencari pekerjaan terlebih dahulu. 

Entah memilih cuti beberapa tahun untuk mengumpulkan biaya, atau menjalani dua kehidupan sekaligus. Menjadi seorang mahasiswa, dan seorang pekerja yang mengabdi ke perusahaan. 

Namun tentu saja, siswa yang memilih pilihan satu ini, harus siap fisik dan mentalnya agar bisa menjalani kedua kehidupannya dengan baik. Bekerja disela masuk ke tahap selanjutnya, dalam hal ini perguruan tinggi, sangat banyak manfaat yang bisa diambil. 

Uang hasil bekerja bisa ditabung untuk biaya masuk ke perguruan tinggi, dan tentu saja bisa menambah pengalaman baru. Tidak ada yang lebih penting dari memupuk pengalaman. Dengan begitu, bukan hanya keahlian saja yang terasah, namun juga jiwa dan mental kuat yang dapat menghadapi kehidupan perguruan tinggi yang tidak mudah.

2. Berwirausaha 

Jika siswa yang cenderung ingin mencoba tantangan dan resiko, bisa mencoba menjadi seorang wirausahawan muda. Pilihan ini kadang menjadi pilihan kesekian untuk para lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Karena resiko yang besar, dan membutuhkan modal untuk memulai. 

Namun di jaman yang serba canggih dan modern ini, sangat banyak peluang yang bisa dipakai untuk memulai dan belajar menjadi seorang wirausahawan. Dengan mencari beberapa referensi, dan contoh yang sudah ada, para calon wirausahawan muda bisa dengan mudah memodifikasi sesuatu yang kiranya biasa saja, menjadi sesuatu yang baru dan pantas dihargai.

3. Freelance

Jika melanjutkan ke perguruan tinggi, bekerja di suatu perusahaan, atau menjadi seorang wirausahawan muda bukan pilihan, maka freelance (bekerja lepas) patut dicoba. Freelancer (pekerja lepas) tidak terikat kontrak, fleksibel, dan menjadi bos untuk diri sendiri. Pilihan ini wajib dicoba untuk tipe orang yang lebih suka bekerja sendiri dan merasakan kebebasan.

***

Memilih langkah setelah lulus SMK memang harus direncanakan dengan matang agar tidak ada masalah nantinya. Pikirkan baik baik dan pertimbangkan pilihan mana yang akan dipilih untuk langkah selanjutnya.

Jangan sampai Sekolah Menengah Kejuruan adalah pelabuhan terakhir. Tidak kuliah, tidak berwirausaha, tidak bekerja, dan bukan seorang freelancer (pekerja lepas). Akhirnya menganggur.

Setiap pilihan, pasti ada yang cocok dengan keinginan dan keadaanmu saat ini. Maka dari itu, pilihlah dengan yakin langkah mana yang akan dipilih dan akan menjadi tujuanmu selanjutnya.


Tetaplah angkat kepalamu dengan yakin.

Tetaplah berusaha.

Setiap usaha pasti membuahkan hasil.


                                ° Terima Kasih °


Cantika Sugiarty

12 Multimedia 1

Ujian Praktik Bahasa Indonesia


***

Sumber : 

https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2021/11/24/pengangguran-di-indonesia-paling-banyak-lulusan-smk

https://edukasi.kompas.com/read/2020/12/03/140618371/lulusan-siap-kerja-kemendikbud-smk-jangan-dipandang-sebelah-mata?page=all

https://www.smkn1tolitoli.sch.id/berikut-kelebihan-memilih-smk/

https://www.vokasi.kemdikbud.go.id/read/bijak-dalam-menilai-smk-sebagai-sumber-pengangguran

Komentar